Skip to main content

BKBPM adakan Pelatihan Pendidik Sebaya dan Konselor Sebaya se-Kota Malang

Badan Keluarga Berencana dan Pemberdayaan Masyarakat (BKBPM) Kota malang menggelar Pelatihan Pendidik Sebaya dan Konselor Sebaya tingkat kota Malang. Pelatihan dilaksanakan dalam rangka melaksanakan edaran Walikota Malang tahun 2011 agar semua sekolah dan kelurahan untuk membentuk Pusat Informasi Konseling Remaja dan Mahasiswa (PIK RM). Pelatihan berlangsung pada tanggal 16-17 oktober 2014, di aula kantor BKBPM Kota Malang. Endang harianti, Kasubid Kesehatan Reproduksi mengatakan, pelatihan ini merupakan salah satu program kerja tahunan dari BKBPM.

“materi yang disampaikan pada hari pertama adalah triad krr yang terdiri dari seks bebas, Napza dan HIV Aids, adapun materi tambahannya adalah 8 fungsi keluarga dan Pendewasaan Usia Perkawinan”, kata Endang. “sedangkan pada hari kedua adalah untuk melaksanakan pelatihan kepada peserta”.

BKBPM bekerja sama dengan instansi seperti Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Malang, Dinas Kesehatan, Kementrian Agama serta BKKBN Provinsi Jawa Timur. Pemateri yang bearasal dari berbagai instansi yang sesuai dengan basic materi yang disampaikan. Dijelaskan, peserta pelatihan diberikan wawasan serta pemahaman mengenai tugas dan fungsi Seorang Pendidik dan Konselor sebaya.

Yudi Lukman dari BNN Kota Malang mengatakan “Fenomena penyalahgunaan Narkoba di Indonesia sangat luar biasa, bahkan sudah sampai menjangkau kalangan pelajar”. Dalam upaya pencegahan peredaran Narkoba di kalangan pelajar, BNN membentuk tim yang turun ke sekolah-sekolah untuk mendapatkan data peredaran narkoba di sekolah. Sedangkan dr. Ela dari Dinas Kesehatan Kota Malang memberikan penjelasan mengenai bahaya dari pergaulan bebas di kalangan remaja yang sering kali menjurus pada perilaku seks bebas.

Hari pertama pelatihan diikuti oleh 108 peserta yang terdiri dari siswa menengah pertama, menengah atas, pondok pesantren hingga mahasiswa. Peserta terlihat serius dalam menanggapi penyampaian materi yang disampaikan oleh para pemateri. Hal ini terlihat dari antusiasnya peserta dalam memberikan pertanyaan.

“harapan kita bahwa remaja yang saat ini rentan terhadap pergaulan bebas agar mereka benar-benar tahu dan dapat memprogram diri untuk kedepan bahwa perkawinan itu harus disiapkan secara fisik, mental, sosial dan ekonominya” tutur endang seraya menambahkan, bahwa pelatihan ini sangat penting bagi remaja dan mahasiswa.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *